Wisata Unik Pyramiden, Kota Mati Ujung Dunia di Kutub Utara

Pyramiden merupakan sebuah kota di kawasan Samudera Arktik. Kota ini berada di Kepulauan svalbard dan masuk ke dalam wilayah Norwegia. Pyramiden dijuluki sebagai ghost town at the end of earth yang berarti kota mati di ujung bumi. Lokasi pyramiden memang sangat dekat dengan wilayah kutub utara. Jaraknya hanya sejauh 130 kilometer. Kota ini dapat ditempuh melalui ibukota Svalbard, Longyearbyen. Denyut nadi perekonomian Svalbard sendiri bertumpu pada industri pertambanganan batu bara, perikanan dan pemasang jerat. Memasuki abad 21, bidang industri pariwisata, pendidikan, penelitian tingkat lanjut, serta perusahaan canggih semacam stasiun relay satelit mulai berkembang dengan pesat.


Darimana asal nama Pyramiden? Ternyata nama tersebut asalnya dari sebuah gunung yang memiliki bentuk menyerupai sebuah piramida. Namun bukan itu yang menjadi daya tarik kota ini. Kota Pyramiden dianggap sebagai kota di ujung dari planet bumi. Lantas mengapa sampai dianggap sebagai kota mati? Simak ulasannya dibawah ini.

Tahun 1910 Pyramiden mulai memiliki penghuni yang berasal dari Swedia. Di tahun 1927 wilayah Pyramiden dibeli oleh Uni Sovyet. Pyramiden tidak hanya sekedar sebuah kota. Rupanya disini terdapat cadangan batu bara yang melimpah. Lalu Soviet membangun tambang batubara disana. Di tahun 1998 tambang disana mulai berhenti beroperasi dan kemudian ditinggalkan penduduknya. Bekas kuburan para penambang disini terbilang unik. Kuburan tua ini dibuat dari baja. hal ini untuk mencegah mayat terangkat naik karena lapisan es. Letaknya dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan dari desa.

Sejak penambangan batubara ditutup, Pyramiden menjadi sepi dan bagaikan sebuah kota mati. Para penduduknya pun mulai pindah. Beberapa gedung telah hancur dan menyisakan puing-puingnya. Bangunan-bangunan dan rumah disana tak ada lagi penghuninya. Pyramiden memang tidak mempunyai penduduk dan pemukiman yang tetap. Sebagian besarnya telah ditinggalkan.

Namun demikian masih ada beberapa orang yang memilih tinggal disana. Salah satunya adalah seorang pemandu wisata. Memang, kini kota bekas tambang tersebut menjadi sebuah daerah tujuan wisata. Selain itu ada juga sekelompok kecil pekerja pemeliharaan infrastruktur, petugas hotel, serta memberikan tur untuk para wisatawan yang datang.

Yang menarik adalah di saat malam hari. Di kota mati ini tidak ada malam di musim panas. Malah, di jam 3 waktu dinihari kita dapat melihat matahari yang terbit dari balik gunung dan menerangi lembah disekitarnya. Ya, kita dapat menyaksikan keindahan panorama dari fenomena alam unik ini disana.

Para pelancong memang bisa datang menjelajahi kota mati ini. Di tahun 2013 lalu jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pyramiden meningkat drastis. Sebuah hotel disana kembali dibuka dengan mempertahankan bentuk aslinya. Di balik gedung-gedung Pyramiden, tampak terlihat pemandangan yang indah. Kota ini dikelilingi pegunungan salju yang kerap diselimuti oleh awan tebal. Hanya saja ada beberapa larangan bagi para turis yang datang. Mereka tak diperbolehkan menjelajahi gedung dan rumah tanpa izin dan perlindungan. Hal ini tentu demi alasan keamanan.

Sepertinya objek wisata unik pyramiden, kota mati ujung dunia di kutub utara ini memang menarik untuk dikunjungi. Melihat dan berada di sana tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagaimana menurut pendapatmu mengenai Kota Pyramiden ini?

Blog, Updated at: 19.24

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Pilihan